kutipan

"percayalah bahwa suatu keinginan akan terwujud karena adanya motivasi & obsesi"

Selamat Datang

Selamat datang di blog saya :))

Selasa, 14 Desember 2010

manajemen olahraga


1.      Planning
a.       Membuat undangan Rapat Pembentukan Panitia Sementara dibuat oleh orang/penggagas kegiatan.
b.      Melaksanakan rapat pembentukan Panitia Sementara
-          Salah satu isinya adalah Pidato dari Ketua Sementara
c.       Hasil Rapat Pembentukan Panitia Sementara

2.      Tugas-tugas
d.      Tugas Ketua Sementara membuat Undangan untuk pembentukan Panitia
e.       Menyusun Susunan acara
f.       Pidato / Kata sambutan dari ketua sementara
g.      SK susunan Panitia (SK Penasehat, SK Penanggung jawab s/d SK Seksi-seksi)
h.      Tugas Ketua Mengajukan Proposal Kegiatan kepada jabatan yang lebih tinggi (contohnya kepada Rektor)
i.        Bendahara membuat proposal ke sponsor
j.        Membuat Surat Undangan Pemberitahuan Kejuaraan pada setiap calon Peserta / Surat Pemberitahuan Technical Meeting
k.      Sekretaris membuat formulir pendaftaran untuk mengikuti kejuaraan / menerima pendaftaran
l.        Ketua mengadakan Technical meeting / pelaksanaan Technical Meeting:
-          Susunan Technical Meeting
-          Susunan Acara
-          Kata sambutan dari Ketua
-          Di dalam rapat Technical Meeting dibicarakan :
1.      Jadwal Pertandingan (tempat, waktu, tanggal)
2.      Mengadakan Undian Peserta yang dimasukan ke dalam skema pertandingan
3.      SK keputusan TM
m.    Ketua dan Sekretaris membuat Surat Izin Kepolisian untuk mengadakan kegiatan
n.      Ketua dan Sekretaris membuat Surat Permintaan Wasit untuk Cabang Olahraga yang dipertandingkan kepada KONI
o.      Ketua dan Sekretaris membuat surat izin tempat (contoh bola kaki: Surat Izin Lapangan)
p.      Ketua dan sekretaris membuat Surat permintaan Medis
q.      Ketua dan Panitia Seksi Perlengkapan dan Peralatan membuat Beberapa Baliho/Spanduk/iklan Pertandingan
r.        Opening Ceremony
-          Susunan Acara
1.      Kata sambutan / Pidato dari Ketua
·         Laporan Jumlah Peserta
·         Laporan Sumber biaya
2.      Parade/Senam Massal
s.       Pelaksanaan Pertandingan/Perlombaan
t.        Ketua mengawasi kerja Panitia Pelaksana
u.      Ketua Membuat Rekap hasil pertandingan
v.      Laporan Hasil Pertandingan
w.    Acara Penutupan/Closing Ceremony
-          Ketua Membuat Undangan Penutupan
-          Susunan Acara
1.      Demonstrasi Permainan
2.      Kata Sambutan dari Ketua Pelaksana
3.      Parade
4.      Penyerahan hadiah / piala
x.       Acara Pembubaran Panitia.

Siip? LIKE :)

Senin, 13 Desember 2010

Pancasila Sebagai Filsafat

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT

Baberapa pengetian filsafat
Secara etimologis istilah filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu berasal dari kata Philosophia.
-          Philos atau philein artinya suka, cinta, mencintai.
-          Shophos atau shophia artinya kebijaksanaan, hikmah, kapandaian.
Jadi dapat di simpulkan filsafat mengandung arti cinta kepada kebijaksaan atau cinta kepada ilmu. Falsafah dalam bahasa Belanda di gunakan istilah wejsbegeerte yang meliputi dua kata :
Wijs           = pandai, berilmu
Begeerte    = keinginan
Jadi mengandung arti keinginan untuk ilmu
Ilmu adalah pengetahuan yang mempunyai objek, metode, dan sistematika tertentu. Pengetahuan mengandung pengertian lebih luas dari ilmu,karena pengetahuan segala sesuatu kebenarannya diterima oleh manusia, baik yang telah teruji menjadi ilmu maupun belum teruji.
Ilmu pengetahuan mempelajari segala alam sebagaimana adanya, ilmu pengetahuan sering dikaitkan  dengan perkataan teknologi, hubungan antara keduanya yaitu ilmu di gunakan manusia untuk mencari tahu,sedangkan teknologi digunakan sebagai alat untuk mencapai maksud.

A.    Objek filsafat
Objek filasafat adalah ilmu yang mengkaji berbagai ilmu untuk memperoleh suatu nilai kebanaran.
Menurut para ahli objek filsafat di bedakan sebagai berikut:
1.      Objek materia, yaitu mengenai objek sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.
2.      Objek formal, yaitu untuk mengarti segala sesuatu yang ada sedalam-dalamnya, hakikatnya metafisis.

  1. Tujuan dan kegunaan filsafat
1.      Tujuan filsafat
a)      Tujuan teoritis yaitu filsafat berusaha untuk mencapai kenyataan atau untuk mencapai hal yang nyata.
b)      Tujuan praktis, yaitu mempergukan hasil dari pada filsafat yang teoritis tersebut untuk memperoleh pedoman hidup, guna dipraktekkan dan dijadikan pedoman dalalm praktek kehidupan
2.      Kegunaan filsafat
Kegunaan filsafat adalah untuk memberikan dinamika dan ketekunan dalam mencari kebenaran, arti dan makna hidup.





Pengertian pancasila secara filosofis

            Pancasila dapat di golongkan dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan falfsafah arti praktis. Berarti falsafah pancasila mempunyai mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalalm hal sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai Pancaasila Menjadi Dasar dan Arah Keseimbangan Antara Hak dan Kewajiban Azazi Manusia
            Pancasila yang merupakan falsafah hiduo bangsa Indonesia mengandung nilai-nilai dasar yang di junjung tinggi oleh bangsa Indonesia oleh bangsa yang beradab.

Dasar Ontologis Pancasila

            Dasar ontologism pancasila pada hakikatnya adalah manusia yag memiliki hakikat mutlak monopluralis oleh karna itu hakikat dasar ini juga di sebut sebagai dasar antropologis.
            Dasar epitimologis pancasila opada hakikatnya tidak dapat di pisahkan dengan ontologis. Pancasila sebagia ideology bersumber pada nila-nilai dasarnya yaitu falsafat pancasila, oleh karena itu dasar epitimologis pancasila tidak dapat di pisahkan dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.

Tiga personalan yang mendasar dalam epitimologys yaitu:
1.      Tentang sumber pengetahuan manusia
2.      Tentang teori kebenaran manusia
3.      Tentang watak pengetahuan manusia


Dasar akseologi sila-sila pancasila

            Sila-sila sebagai suatu system filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologinya sehingga nilai-nilai yang terkanding dalam Pancasila pada hakikatmya merupakan satu kesatuan.aksiologi meliputi nilai-nilai normatif,parameter apa yang di sebut kebenaran atau kenyataan dalam konteks dunia material atau non material.,dunia simbolik dan sebagainya.

            Aksiologi juga menuntun kaidah-kaidah normative dalam menerapkan ilmu ke dalam praksis dalam kerangka pengembangan ilmu yang menyangkut etik dan heuristik, bahkan sampai dimensi budaya untuk menangkap tidak saja kemanfaatan ilmu melainkan kehidupan umat manusia.

            Menurut Max Schelar bahwa nilai yang tidak sama luhurnya dan tidak sama tingginya. Menurut tinggi rendahnya nilai dapat di golangkan menjadi empat :

1.      Nilai-nilai kenikmatan
2.      Nilai-nilai kehidupan
3.      Nilai-nilai kejiwaan
4.      Nilai-nilai kerohanian

Berdasarkan uraian mengenai nilai-nilai tersebut maka dapat di kemukakan pula bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang bersifat material,akan tetapai juga sesuatu yang bersifat non material. Menurut Notonegoro bahwa nilai-nilai Pancasila termasuk nilai kerohanian yang mengalami nilai material dan nilai-nilai vital.

 Dengan demikiaan nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis,yaitu nilai material,nilai vital, nilai kebenaran, nilai keindahan atau estetis, nilai kebaikan atau nilai moral,maupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistematik hirarkhis.



Siip? LIKE :)

Minggu, 12 Desember 2010

PENDIDIKAN JASMANI

1.Pengertian
Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak .
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional .

2.Tujuan Pendidikan Jasmani
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih .
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik .
3.  Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar .
4.Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan .
5.Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis .
6.Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan  .
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif .

  1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya. 
  2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. 
  3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya. 
  4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya. 
  5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya. 
  6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung. 
  7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.

Siip? LIKE :)

profesi kependidikan

PERANAN PROFESI PENDIDIKAN DALAM OLAHRAGA PRESTASI

Beberapa tahun belakangan ini prestasi olahraga Indonesia baik di tingkat dunia maupun di tingkat asia semakin menurun,ini dapat di lihat dari hasil dari event-event yang telah di laksanakan baik di tingkat Asia maupun dunia. PRESTASI yang dicapai para atlet kita dalam multievent terus menurun. Ini berarti keberadaan atlet kita, di kawasan Asia Tenggara sekalipun, bisa dikatakan tidak masuk hitungan. Beberapa negara tetangga yang dulu selalu di bawah kita, sekarang maju pesat.Sebagai bukti, dalam SEA Games XXIII di Filipina yang beberapa hari lalu berakhir, Indonesia mencatat prestasi terburuk sepanjang sejarah keikutsertaannya, karena duduk di peringkat kelima. Siapa yang harus bertanggung jawab atas kegagalan ini? Mengapa hal itu bisa terjadi?

Harus diakui, pembinaan olahraga prestasi di Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan hasil-hasil temuan dan pengembangan iptek keolahragaan. Selain itu, pendekatan pembinaan yang dilakukan pelatih masih cenderung menggunakan spesialisasi dini dibanding penggunaan sistem multilateral. Jalan pintas atau model pembinaan instan juga masih sering dilakukan.

Tetapi di balik itu semua masih ada beberapa cabang olahraga yang berhasil mencapai prestasi-prestasi yang cukup membanggakan dan bisa di jadikan bahan analisa keberhasilan.biasanya yang menjadi juara adalah atlit yang memenuhi persyaratan baik itu potensi fisik,maupun latihan yang telah di jalani serata penguasaan taktik dan tekhnik yang benar.

Ada 7 faktor yang harus ada untuk meningkatkan prestasi di olahraga,yaitu :
  1. Sistem pembinaan
  2. Keadaan sarana dan prasarana peralatan olahraga
  3. Keadaan psykologis atlet,termasuk di dalamnya percaya diri,motivasi,disiplin,dan rasa aman terhadap masa depan
  4. Keadaan konstitusi tubuh atlet
  5. Perekaman taktik dan strategi
  6. Keterampilan teknik atau skil atlet
  7. Kemampuan fisik atlet

Untuk mencapai sebuah kemajuan dalam suatu bidang,terutama olahraga adalah di perlukannya sebuah perubahan untuk tercapainya sebuah kemajuan di dalam olahraga modern. Tidak ada kemajuan tanpa ada perubahan,dan tiada perubahan tanpa ada pembaharuan.

Ada beberapa pendekatan untuk mempermudah merencanakan suatu sistem olahraga prestasi .diantaranya :
  1. Pendekatan beaviorisme ( tekanannya pada kopetisi minimum )
  2. Pendekatan personalistik ( tekanannya pada pengembangan secara terus menerus )
  3. Pendekatan tradisional craft (tekanannya pada kemahiran atau gist berlatih )
  4. Pendekatan iquiry oriented (pendekatannya pada kemampuan merumuskan dan memecahkan masalah)
  5. Pendekatan trial atau magang ( pendekatannya pada pencapaian keterampilan melalui by doing )
Kelima hal ini akan menghasilkan hasil sebagaimana yang di harapkan bila dilaksanakan secara konsisten dan serius.

Tujuan umum dari pembinaan atlet prestasi adalah menghasilkan atlet yang mempunyai keserasian dan kompetensi professional untuk berprestasi secara maksimal berdasarkan kepada pendekatan-pendekatan ilmiah serta di arahkan pada pembangunan olahraga nasional.sedangkan tujuan khususnya adalah
  • Menghasilkan atlet yang mempunyai daya tahan fisik yagn kuat,keterampilan dan mental yang tinggi,serta konsep taktik dan strategi dalam setiap pertandingan
  • Menyiapkan atlet yang siap pakai untuk setiap kejuaraan nasional
  • Meningkatkan perolehan medali pada setiap multi events internasional

Beberapa sistematika pencapaian sasaran yang telah di tentukan agar pembangunan olahraga prestasi di Indonesia tidak menyimpang dari tujuan ,yaitu :
  1. Permasalahan olahraga bagi seluruh rakyat Indonesia
  2. Pembibitan olahragawan berbakat
  3. Peningkatan prestasi olahraga Indonesia yang didukung oleh pengorganisasian dan pengurusan olahraga yang baik,pengadaan saran olahraga yang memadai

Dengan didikan yang benar sehingga seorang anak bisa menjadi atlet yang berprestasi tentu memerlukan banyak bantuan,pelatih.program latihan,sarana dan prasarana,serta akan melibatkan orang tua,sekolah,perkumpulan,atau klub tempat laatihan,lingkungan yang serasi,dll.agar peningkatan prestasi dapat berjalan sesuai dengan yang di harapkan maka untuk memudahkannya perlu adanya suatu pola pembinaan prestasi yang terpadu.maka dari itu hendaknya olahraga yang di sampaikan kemasyrakat di bekali dengan prinsip olahraga yang baik dan benar.

Pembinaan atlet sejak usia dini secara berjenjang,melalui jalur pendidikan dan jalur luar sekolah dengan memanfaatkan klub-klub sebagai ujung tombak pembinaan olahraga prestasi. Dan dengan terus meningkatkan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyrakat di seluruh tanah air untuk menciptakan budaya berolahraga,serta iklim yang sehat akan mendorong peran serta aktif masyarakat dalam meningkatkan prestasi olahraga. Upaya untuk meningkatan kualitas manusia Indonesia adalah dengan melakukan pembinaan dan pengembandan olahraga yang di arahkan pada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani serta mental,dan di tujukan untuk pembentukan watak,kepribadian,disiplin,dan sportivitas yang tinggi.Selain itu, masih banyak pelatih di Indonesia yang meyakini bahwa untuk menghasilkan prestasi olahraga, yang paling tepat adalah spesialisasi dini. Sebenarnya model pendekatan ini sudah ditinggalkan 10-20 tahun lalu oleh negara-negara yang sudah maju pembinaan olahraganya.

Memang benar, pembinaan yang dimulai sejak usia dini akan mampu menghasilkan prestasi cepat. Atau pada usia yang masih relatif muda atlet sudah bisa juara nasional, bahkan dunia. Namun, keberhasilan ini jangan dilihat dari satu sisi saja.

Di sisi yang lain banyak atlet yang telah berprestasi pada usia dini ternyata tidak dapat mempertahankan prestasinya pada usia emas. Pada usia emas seharusnya seorang atlet menunjukkan jati dirinya.

Malah ada alet yang sudah berhenti sebelum matang. Ini perlu diperhatikan oleh seorang pelatih. Hal itu terjadi, karena anak sejak dini sudah di-drill latihan-latihan berat dengan harapan agar cepat matang.

Tak heran mereka mudah stres, bahkan banyak yang terkena cedera. Dengan demikian, mereka tidak mungkin dapat mempertahankan prestasinya dalam waktu yang lama. Selain itu, pada saat latihan, gerakan otot yang bekerja sudah dikondisikan dengan gerakan yang sama tanpa dimbangi dengan bentuk gerakan lain.

Itu akan menjadikan anak tidak bisa beradaptasi terhadap gerakan-gerakan yang mereka tidak pernah lakukan dari lawan, akibatnya gerakannya mudah dibaca. Akibatnya dia mudah dikalahkan. Kalau ini terjadi pada saat dia masih berusia muda, ketika dia belum dapat menerima kekalahan, mengakibatkan dirinya mudah putus asa. Sikap ini akan dibawa sampai tua.

Pembinaan olahraga yang dilakukan melalui pendekatan sistem multilateral tidak bisa menghasilkan prestasi yang secepat mungkin seperti pada saat spesialisasi dini. Namun keuntungannya kalau si atlet sudah mencapai tingkat kematangan juara, dia akan mampu bertahan untuk berprestasi dalam waktu yang lama dan tidak mudah terkena cedera.
Siip? LIKE :)

Copy Right @ Semua yang di tulis di atas adalah hak milik Ali Supratman :)